Minggu, 25 Agustus 2019

BERKARIR SEBAGAI MAHASISWA



Mahasiswa, dotspace - Tahun ajaran baru adalah hal yang paling dinantikan oleh para senior tertua tiap jenjang pendidikan. Lulus menjadi suatu kebanggan dengan ijazah baru dalam map abu-abu, biru atau map warna lainnya. Kabar baik seperti ini harus dibagikan. Status facebook berganti dari bersekolah di- menjadi berkuliah di- pun begitu dengan bio instagram yang tertulis nama angkatan dibarengi tahun kelulusan. Tidak munafik jika ada unsur pamer dalam pengubahan status dan bio media sosial tersebut. 

Hal paling banyak dibicarakan adalah ketika siswa-siswi yang masih terlihat lucu menggunakan seragam putih abu-abu berubah status menjadi maha-nya para siswa. Hastag menjadi andalan untuk men-stalk mahasiswa-mahasiswi baru tidak terkecuali akun-akun yang mengeksplore kecantikan atau ketampanan mereka. Ucapan selamat membanjir, obrolan online yang biasanya sepi kini mendadak rame dan tak lupa pertanyaan-pertanyaan tetangga yang selalu sama tiap keluar rumah. 
Tidak berlebihan jika suasana rumah dan lingkungan sekitarnya menjadi heboh tatkala anak dari pemilik rumah sekarang sudah menjadi mahasiswa. Mereka yang mau, ikhlas dan berani mengorbankan kedaulatan serta kemerdekaan dirinya untuk kampus yang akan menjadikannya seorang sarjana-ingat, seorang sarjana bukan seorang yang hebat, adalah mereka yang siap kehilangan waktu bermain, tamasya dan kumpul keluarga. Kini di tahun ajaran baru mereka telah memilih satu dari sekian banyak pilihan hidup untuk berkarir menjadi mahasiswa. Dengan segudang impian mereka berangkat, melangkahkan kaki meninggalkan kampung halaman untuk membuktikan bahwa pilihannya tepat. Ditambah nasihat, doa dan uang saku mereka mantap berkarir sebagai mahasiswa.
Keputusan untuk berkarir menjadi mahasiswa tentu membuka peluang untuk menempa diri di awal kekejaman dan tak pedulinya dunia kepada kita. Ya, saya pikir tidak berlebihan jika saya mengatakan bahwa menjadi mahasiswa adalah pembelajaran awal untuk mengetahui kejamnya dunia. Ada beberapa hal yang bisa saya bagi mengenai dunia perkuliahan, awal pembelajaran hidup yang serius ini. Tetapi kembali lagi bahwa ini adalah hal yang saya dapat dari kehidupan kuliah saya yang pada intinya terdapat banyak perbedaan dengan pembaca sekalian. Namun, saya yakin pasti ada kesamaan di dalamnya. Besar kecilnya kesamaan itu semoga kelak kita bisa bertemu untuk membagi perbedaan yang ada atau sekedar saling berkenalan di warkop. 
1. Tahun pertama masuk kuliah adalah tahun terberat


Saya pikir jika berbicara kalimat itu saja dengan mahasiswa lama, saya akan mendapat banyak protes. Namun, jika penjabaran diberikan setelahnya maka protes tersebut saya pikir akan berkurang. Tahun terberat yang mahasiswa lama sering bicarakan diartikan sebagai banyaknya mata kuliah yang susah dengan jumlah sks yang banyak dan tugas akhir yang oleh dosen pembimbingnya dibuat terbelit-belit serta tidak lupa mata kuliah semester awal yang harus diulang. Tapi karena saya mengatakan bahwa tahun pertama adalah tahun terberat maka bukan itu alasannya.

Dari segi mental, kita harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa kita akan berurusan dengan teman berbagai daerah lengkap dengan kekhasan, karateristik dan tingkat ego yang berbeda-beda. Namun, bagi kita yang merantau maka saya pikir jauh dari orangtua adalah ujian mental yang paling susah. Dari segi financial pula kita harus membeli seabrek barang yang wajib ada di kos, peralatan ospek dan tak lupa kebutuhan sekunder-tersier lainnya. Kemudian adalah adaptasi, yang sengaja tidak saya masukkan kedalam aspek segi mental karena adaptasi adalah hal paling riskan di tahun pertama. Salah pilih teman, rusak beberapa mimpi. Akan kentara sekali bagaimana orang-orang akan bergerombol. Entah itu berdasarkan kelas, kepribadian ataupun kasta sosialnya. Ada  beberapa pesan saya bagi kalian yang baru memulai tahun pertama. 
1. Jadilah dirimu sendiri, sejak dari awal perkenalan jadilah kamu yang kamu. Jangan 
    memakai topeng hanya untuk menyenangkan lawan bicara atau temanmu.

2. Carilah kenalan sebanyak-banyaknya, suatu saat kenalan itu akan bisa menjadi
    sebuah relasi yang tidak bisa dengan mudah didapatkan di media sosial. 

3. Jangan terlalu sibuk, adalah kesalahan jika kalian meraup semua kegiatan yang
    menonjol di kampus. Tetapi jangan salah bahwa kuliah dan lulus adalah fokus
    utamamu. Cari yang sekiranya sesuai dan teruskan jika sudah jatuh cinta.

4. Jangan terlalu percaya omongan orang, kita boleh merekrut atau berteman dengan
    siapapun tapi kita tidak boleh terlalu mempercayainya. Manusia punya kelemahan,
    selain nafsu yang tidak bisa dikendalikan ada sifat iri dengki yang oleh karenanya
         tidak boleh meletakkan kepercayaan 100% kepada seseorang.

2. Bekerja sambil kuliah bukanlah hal yang berat
         
Tugas kuliah, kegiatan non-akademik di kampus dan kerja merupakan paduan yang wajar. Konsekuensi kuliah adalah tugasnya dan untuk menunjang softskill kegiatan non-akademik dibutuhkan. Poin yang paling besar didapat ketika kita juga bekerja. Poin disiplin, softskill, gaji dan relasi adalah hal yang patut dikejar. Namun, sekali lagi jika memang dikira sudah cukup keuangannya kerja bukanlah prioritas saat ini. Buat yang butuh tambahan uang saku, jangan takut untuk mencoba kerja. Sesuaikan saja dengan kemampuanmu karena sekarang banyak kerja paruh waktu untuk mahasiswa. Jangan lupa meminta izin orangtua dan pandai-pandailah mengatur waktu. Buanglah kegiatan non-akademik yang sekiranya tidak begitu penting atau tidak sesuai dengan yang kamu harapkan.

     3. Bertemanlah dengan jurusan lain

    Setelah ospek kampus usai, maka akan sulit untuk berbincang dengan teman dari jurusan lain. Oleh karena itu manfaatkan kesempatan untuk mencari teman dari jurusan lain lewat teman yang  sudah diajak kenalan ketika ospek kampus. Suatu hari akan ada manfaat yang tidak kamu sangka. Mata kuliah yang berbeda membawa cara berpikir yang berbeda pula. Oleh karena itulah akan banyak pelajaran yang bisa didapat dari teman jurusan lain.

     4.    Bergabunglah dengan forum daerah asalmu

Memang bukan termasuk organisasi kampus yang bisa menghasilkan sertifikat untuk menunjang kelulusan. Tapi bergabung dengan forum daerah atau yang lebih dikenal dengan forda akan membuatmu selalu ingat kampung halaman. Selera lidah yang sama, arah pulang yang sama serta beberapa kesamaan lainnya akan menjadikanmu ingat dengan kampung halaman. Seolah merekalah tempat kita “pulang” di perantauan.

Setelah resmi menjadi mahasiswa kamu harus segera memutuskan jadi seperti apa dirimu di dunia perkuliahan. Mahasiswa yang unggul di akademik, mahasiswa yang punya bisnis, atau mahasiswa yang multiperan. Selamat menentukan dan selamat berjuang meraih impian. Hidup Mahasiswa!

0 komentar:

Posting Komentar