Selasa, 21 Januari 2020

Menjadi Kakak ala Mas Angkasa


Kalimat yang pertama kali keluar dari mulutku usai film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini tak lain adalah harusnya aku nonton sama keluarga. Awal cerita sudah dibuka dengan adegan mengkhawatirkan yang membuatku menutup mata. Kecelakaan Awan, si bungsu yang menjadi perhatian utama tokoh Ayah membuatku mengingat kejadian yang hampir serupa. Alur dibuat maju mundur. Teka teki dari cerita akan dibongkar perlahan dengan penayangan kejadian yang telah lalu.
Tiga karakter anak berhasil diperankan dengan baik. Angkasa, sosok kakak laki-laki yang dipaksa Ayah menutupi kesedihan sejak usia 6 tahun harus mengorbankan urusan nikahnya demi menuruti segala perintah sang Ayah. Ya, melindungi adik-adiknya. Aurora, anak kedua yang sejak kecil jarang mendapatkan perhatian dari sang Ayah. Ia punya studio sendiri di rumahnya untuk mengerjakan karya seni. Hingga akhirnya, Aurora berhasil menggelar pameran tunggalnya. Anak terakhir, Awan. Ia berhasil bekerja di firma arsitektur idolanya sejak kecil. Namun ternyata ia bisa masuk ke firma tersebut melalui koneksi sang Ayah. Tahu hal tersebut, Awan marah besar pada sang Ayah.
Sosok Ibu juga menarik perhatian. Ia adalah ibu yang tak sempat melihat anak laki-lakinya, kembaran Awan karena telah meninggal dunia disaat ia tak sadarkan diri 2 hari pasca melahirkan. Kesedihan yang ia rasakan sangat dalam. Ia sering menangis dibelakang pintu, sering melamun dan membiarkan Awan kecil menangis karena ia frustasi dengan kembaran Awan yang lebih dulu meninggalkan mereka semua.
Konflik memuncak saat Angkasa tidak tahan lagi dengan kelakuan sang Ayah ketika rapat keluarga. Sang Ayah terus-terusan menyalahkan anak-anaknya. Angkasa muak, ia membongkar rahasia yang selama ini ditutupi ayah, ibu dan ia dari adik-adiknya. Semua marah saat itu. Semua anak-anak pergi meninggalkan kedua orangtua mereka. Ayah sibuk menggali kesalahan diri, sedang Ibu mencoba membawa kembali anak-anaknya ke rumah.
Di sisi lain, dunia Awan lebih berwarna dengan hadirnya Kale. Kale adalah manager band Arah, band favorit Awan. Kedekat mereka berdua bermula ketika konser band Arah. Awan membuka diri untuk dekat dengan Kale. Pergi ngopi sambil curhat, keliling pasar dan naik motor bagi Awan adalah hal yang berarti dan mampu membuat hatinya gemetar. Namun sayang, Kale tidak bisa menerima ajakan Awan untuk berpacaran. Menurutnya ia tidak bisa menjamin kebahagiaan Awan karena pun bahagianya sendiri belum juga terjamin.
Yang pasti di film ini, banyak kata-kata motivasi yang mampu menggebrak jiwa. Kalau kamu dari awal cerita udah mau nangis wajar kok. Sayangnya kisah Awan dan Kale masih terasa gantung. But, its okay. Karena fokus utama film ini bukan romance. Kalau kamu adalah seorang kakak, kita sama. Bisa kamu lihat karakter Angkasa yang bisa kita tiru baiknya. Apply dan modifikasi sesuai keadaan kita. Still be yourself. Aku suka karakternya Aurora tapi aku suka cara pandang hidup menurutnya Kale. Masalah hati, aku berpihak ke Awan. Berani, that’s the point!

0 komentar:

Posting Komentar